logo
Selasa, 27 Mar 2018 | 20:57

Tanggapan Pertamina Terhadap Pertamini, Membantu atau malah Menyusahkan?

Penulis : Tigor Sihombing
img1

Polres Temanggung sita empat mesin Pertamini atau Pom Mini, dari beberapa wilayah kecamatan di Kabupaten Temanggung. (Foto : Tribunnews)


Jakarta - Pada lokasi terpencil dan tidak terjangkau SPBU, biasanya membeli di Pertamini (pengecer BBM) selalu menjadi pilihan, mirip-mirip dengan bahan sandang beras pada kondisi tertentu membeli bahan bakar memang tidak bisa ditunda.

Tapi tahukah kita, dalam menjual BBM sebenarnya harus ada standar yang tudak hanya mencakup keamanan melainkan juga kualitas.

Menanggapi hal ini, peihak Pertamina melalui Officer Commercial Retail Fuel Marketing Indra Pratama berpendapat bahwa Pertamina saat ini tidak bisa berbuat apa-apa terhadap penjual Pertamini karena tidak ada regulasi jelas mengenai hal ini.

BACA JUGA : Makin Modern, Pengunjung IMMS 2018 Bakal Dikasih Gelang Akses Digital

BACA JUGA : Penjualan Motor Sport 150cc Wahana Turun 5 Persen, Di Segmen Big Bike Terjadi Pergeseran Tren

"Untuk menjual BBM itu kan satu badan usaha harus mempunyai izin dan bersertifikasi, memiliki kilang, mempunyai sarana penimbunan, dan standar keamanan yang jelas." katanya dalam even yang digelar Forum Wartawan Otomotif (Forwot) bertema “Mitos atau Fakta Seputar BBM dan Pelumas”, di Bogor, Senin (26/3).

Selain harga yang tidak berstandar Indra mengganggap penjual bensin eceran juga tidak bisa menjamin kepada masyarakat kualitas BBM-nya berada dalam standar kualitas yang baik. (otojurnalisme.com)

SHARE THIS ARTICLE :

Video

ARIPITSTOP
ARIPITSTOP
OtoXplore
OtoXplore
Elang
Elang
Rilis
Rilis
Dhika
Dhika
Rider
Rider
Mr. OtoMen
Mr. OtoMen
Otowheel
Otowheel
logo1

OTOJURNALISME.COM adalah portal berita otomotif pertama di Indonesia yang mengkolaborasikan konten JURNALISTIK dan ulasan para KOLUMNIS yang expert di bidang otomotif
Alamat : Jl. Tanjung Barat Raya No. 11 A Jakarta Selatan - DKI Jakarta - Indonesia
Telp: 021-22701245
email: [email protected]
Facebook
Twitter