logo
Minggu, 25 Oct 2020 | 18:45

Penyebab Busi Motor Cepat Rusak dan Cara Mengatasinya

Penulis : Tigor Sihombing
img1
Otojurnalisme - Umumnya busi motor dibuat untuk tahan hingga pemakaian jarak 8.000-10.000 Km.
 
Tapi sayang, ada beberapa kondisi yang menyebabkan busi jadi cepat rusak, salah satunya pengaruh perawatan dan kondisi mesin sepeda motor yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.
 
Agar bisa dihindari, berikut merupakan beberapa penyebab kenapa busi motor cepat rusak, dan bagaimana cara mengatasinya.
 
Kebocoran Kompresi Mesin
 
Kompresi mesin yang bocor bisa menyebabkan hilangnya tekanan di silinder ruang pembakaran atau combustion chamber.
 
Ciri khas utama kebocoran pada kompresi mesin adalah, tenaga mesin akan ngempos, sistem pembakaran yang tidak berjalan maksimal, dan busi yang cepat mati.
 
Setelan Bahan Bakar Tidak Pas
 
Setelah bahan bakar yang salah bisa menyebabkan hisapan bensin terlalu banyak. Selain sepeda motor jadi lebih boros, busi pun akan cepat mati karena terlalu banyak disiram dengan bensin.
 
Untuk mengeceknya, kamu bisa melihat bagian elektroda busi. Jika setelah bahan bakar terlalu banyak (boros), biasanya bagian atas busi akan terlihat selalu basah. Solusinya, segera setting ulang setelan bahan bakar. Biasanya, masalah ini kerap melanda motor yang masih menggunakan sistem karburator.
 
Korsleting Pada Jalur Pengapian
 
Salah satu ciri adanya korsleting di jalur pengapian adalah, motor terkadang ngadat atau brebet. Selain itu, motor pun biasanya akan mati total (tidak bisa dihidupkan) setelah dimandikan.
 
Selain menyebabkan busi cepat mati, korsleting di jalur pengapian pun bisa menyebabkan komponen lainnya, seperti CDI, koil dan spul cepat mati. Untuk mengatasinya, cek jalur pengapian dan lihatlah apakah ada kabel yang terbakar atau terlihat korsleting. Jika ditemukan, segera perbaiki!
 
Pemasangan Busi Kurang Tepat
 
Karena buru-buru, tanpa sadar pemasangan busi bisa tidak sempurna. Misalnya terlalu longgar, atau bahkan posisi busi yang tidak tepat karena jalur baut (jalur ulir) yang sudah rusak.
 
Terlihat sederhana memang, tapi faktanya kondisi ini bisa menyebabkan banyak masalah pada mesin, dari mulai tenaga motor yang ngempos, hingga busi yang jadi cepat mati. Untuk mengatasinya, pastikan posisi busi pas
 
1. Pemilihan Resistor
 
Resistor pada busi memiliki fungsi untuk mengurangi daya hantar gelombang elektromagnet yang akan memengaruhi kerja kendaraan secara utuh, khususnya di motor berteknologi injeksi yang sudah dilengkapi ECU. 
 
2. Tingkat Panas
 
Setiap busi memiliki tingkat panas yang berbeda-beda. Oleh karena itu, seringkali ditemui adanya istilah busi panas dan busi dingin.
 
Busi dingin umumnya memiliki ujung insulator yang lebih pendek, sehingga akan lebih cepat membuang panas. Sementara itu, busi panas menggunakan insulator yang lebih panjang. Hal ini membuatnya dapat menyimpan panas dalam waktu lebih lama. 
 
3. Pemilihan Dimensi dan Fitur
 
Kesalahan memilih dimensi dan fitur menjadi hal yang paling sering terjadi di kalangan mekanik ataupun konsumen. Menurutnya, kebanyakan dari mereka membagi busi itu menjadi busi pendek dan busi panjang.
 
Tak hanya bahaya akibat kesalahan penggunaan busi yang tidak tepat, ulir busi juga perlu diperhatikan. Busi dengan lebar ulir yang serupa belum tentu memiliki fitur dan spesifikasi yang sama.
 
(otojurnalisme.com)
SHARE THIS ARTICLE :

Video


ARIPITSTOP
ARIPITSTOP
OtoXplore
OtoXplore
Dhika
Dhika
Elang
Elang
Rilis
Rilis
Otowheel
Otowheel
ZonaVanza
ZonaVanza
Rider
Rider
logo1

OTOJURNALISME.COM adalah portal berita otomotif pertama di Indonesia yang mengkolaborasikan konten JURNALISTIK dan ulasan para KOLUMNIS yang expert di bidang otomotif
Alamat : Jl. Tanjung Barat Raya No. 11 A Jakarta Selatan - DKI Jakarta - Indonesia
Telp: 021-22701245
email: [email protected]
Facebook
Twitter
Tutup Iklan (x)


Tutup Iklan (x)