logo
Minggu, 19 Jan 2020 | 21:02

Ini Lho Peruntukan Sebenarnya Lampu Hazard, Bukan untuk Hujan

Penulis : Tigor Sihombing
img1

Otojurnalisme - Masih banyak pengguna mobil yang salah kaprah mengenai penggunaan lampu hazard.

Yang paling banyak salah penggunaannya ketika hazard digunakan saat hujan lebat.

Pendiri dan Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu menyatakan, setidaknya ada empat kesalahan umum pengendara dalam memanfaatkan lampu hazard.

"Berdasarkan ketentuan penggunaan lampu hazard, lampu hanya digunakan saat kendaraan diharuskan berhenti karena beberapa hal seperti mogok. Kondisinya, kendaraan berada di lalu lintas padat, menjelang tikungan, atau menjelang tanjakan," kata Jusri.

BACA JUGA : Besok All New KIA Seltos Mengaspal Di Indonesia, Harga Rp 300 Jutaan

"Tujuannya untuk memberikan informasi kepada pengguna lain agar berhati-hati dengan kendaraan yang berhenti tadi. Namun praktiknya, lampu hazard sering digunakan untuk menerobos macet dan sebagainya. Prilaku tersebut sungguh salah kaprah," katanya lagi.

Jusri juga mengatakan salah kaprah lainnya adalah ketika lampu hazard digunakan saat memasuki terowongan.

Jusri menjelaskan, baiknya pada kondisi tersebut mobil atau motor cukup menyalakan lampu utama atau lampu senja saja agar tidak mengganggu pengguna jalan lain.

"Saat hujan atau jalanan berkabut, jarak pandang itu minim. Jika menyalakan lampu hazard, pandangan pengemudi lainnya akan silau dan bisa hilang konsentrasi," jelas Jusri.

SHARE THIS ARTICLE :

Video


ARIPITSTOP
ARIPITSTOP
OtoXplore
OtoXplore
Dhika
Dhika
Elang
Elang
Rilis
Rilis
ZonaVanza
ZonaVanza
Rider
Rider
Otowheel
Otowheel
logo1

OTOJURNALISME.COM adalah portal berita otomotif pertama di Indonesia yang mengkolaborasikan konten JURNALISTIK dan ulasan para KOLUMNIS yang expert di bidang otomotif
Alamat : Jl. Tanjung Barat Raya No. 11 A Jakarta Selatan - DKI Jakarta - Indonesia
Telp: 021-22701245
email: [email protected]
Facebook
Twitter
Tutup Iklan (x)


Tutup Iklan (x)