alexa
logo
Jumat, 13 Oct 2017 | 00:50

Ribuan Pesanan Mitsubishi Xpander Terancam Gagal? Waduh...

Penulis : Tigor Sihombing
img1

Banyaknya calon konsumen yang tidak bisa dihubungi tersebut besar kemungkinan calon konsumen Xpander menganggap nomor hotline resmi MMKSI 0804-1-300-300 adalah 'spam'.

Otojurnalisme - Dua bulan lalu, sejak GIIAS 2017 Mitsubishi Xpander sukses menancapkan kukunya sebagai MPV terlaris sejagat.
 
Tercatat hingga akhir September 2017 MPV andalan PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKSI) berhasil menjaring 23 ribu Surat pesanan Kendaran (SPK) secara nasional.
 
Tapi beberapa waktu lalu tersiar surat 'cinta' dari internal MMKSI yang meminta agar seluruh diler se-Indonesia membantu proses validasi Xpander, karena banyaknya prospek atau calon konsumen yang dirasa tidak jelas.
 
Sebab di sini posisinya MMKSI mengaku sedang melakukan survey.
 
 
Selain itu, hal ini juga dikarenakan dari 23 ribu SPK dan 7.000 diantaranya yang sudah ditelpon dari hotline 0804-1-300-300, lebih dari setengahnya tidak bisa dikonfirmasi, makanya MMKSI meminta bantuan diler untuk mem-follow up para konsumen.
 
Dari data surat tersebut tercatat alasan sebanyak 42,9 persen konsumen tidak diangkat, 14 persen nomor tidak aktif, 14,2 persen nomor sibuk, dan 13,4 persen tidak berkenan. 
 
Sisanya adalah salah nomor sebanyak 6 persen lebih, terputus sekitar 5 persen, salah orang sekitar 1 persen lebih, dan di luar jangkauan 1,1 persen.
 
 
Secara psikologis calon konsumen yang tidak bisa dihubungi tersebut besar kemungkinan menganggap nomor hotline resmi MMKSI 0804-1-300-300 MMKSI adalah 'spam'.
 
Tetapi berhubung data terlanjur tersebar, jika dilihat dari luar data  42,9 persen konsumen tidak mengangkat telpon, maka bukan mustahil Xpander juga akan kehilangan ribuan prospek/pesanan.
 
Jika kita melihat satu data saja, yang salah nomor atau salah sambung ada sekitar 6 persen lebih, bisa saja disimpulkan konsumen serius mustahil akan memberikan nomor hape palsu kepada marketing, terlepas dari kemungkinan sang marketing salah catat nomor.
 
 
"Kami mengakui bahwa pemilihan kata Validasi Data seperti yang tertulis dalam surat, menjadi koreksi bagi kami, karena kata yang dimaksud dengan kata tersebut adalah pengumpulan data survei dari para konsumen Xpander," kata Osamu Masuko, Chief Executive Mitsubishi Motors, seperti dikutip dari viva.co.id.
 
 
"Terkait data (58 persen dari 7.000 kontak konsumen) yang tak bisa dihubungi (untuk proses survei), hal ini adalah hal yang wajar, mengingat beberapa faktor memungkinkan hal itu terjadi,"tambah Osamu.
 
"Di antaranya kondisi konsumen yang tidak memungkinkan menjawab telepon saat dihubungi, serta ketidaktahuan konsumen atas nomor hotline yang digunakan MMKSI, sehingga konsumen enggan mengangkat telepon tersebut." (otojurnalisme.com)
SHARE THIS ARTICLE :
logo

Video

logo1

OTOJURNALISME.COM adalah portal berita otomotif pertama di Indonesia yang mengkolaborasikan konten JURNALISTIK dan ulasan para KOLUMNIS yang expert di bidang otomotif
Alamat : Jl. Tanjung Barat Raya No. 11 A Jakarta Selatan - DKI Jakarta - Indonesia
Telp: 021-22701245
email: redaksi@otojurnalisme.com
Facebook
Twitter